Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Sehat
Misi dagang sektor rempah bukukan transaksi Rp239,4 miliar di Belanda
BetFoodie Lidah Indonesia2026-02-06 19:48:56【Sehat】300 orang sudah membaca
PerkenalanDirektur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Fajarini Puntodewi menghadiri

Jakarta (ANTARA) - Misi dagang Kementerian Perdagangan RI bertajuk "Where Spices Tell Stories" ke Belanda pada 29 Oktober-1 November 2025 mencatatkan potensi transaksi senilai 14,6 juta dolar AS atau sekitar Rp239,4 miliar.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi mengangakan keberhasilan tersebut memberi sinyal positif bagi peningkatan ekspor sektor rempah dan bumbu Indonesia. Capaian itu juga merefleksikan tingginya minat pasar Eropa terhadap produk rempah dan bumbu Nusantara.
"Importir Eropa menilai produk rempah dan bumbu Indonesia memiliki keunggulan dari segi aroma dan kualitas. Produk kita juga berpotensi untuk memenuhi kebutuhan pasar pangan organik dan berkelanjutan yang sedang berkembang pesat di Eropa," ujar Puntodewi dalam keterangan di Jakarta, Rabu.
Adapun rempah dan bumbu yang paling diminati antara lain pala, lada putih, kunyit, jahe, serta bumbu makanan siap pakai.
Potensi transaksi dicapai melalui kegiatan forum bisnis dan penjajakan kerja sama bisnis (business matching) yang diselenggarakan di Indonesia House Amsterdam pada 30 Oktober 2025. Dalam forum ini, pelaku usaha Indonesia memperkenalkan produk unggulan mereka kepada pembeli asal Belanda, Prancis, dan Jerman.
Misi dagang diikuti sepuluh pelaku usaha Indonesia. Para peserta misi dagang mendapat kesempatan langsung menjajaki kerja sama dagang dengan mitra Eropa, serta memperluas jejaring distribusi di Belanda yang dikenal sebagai pintu gerbang perdagangan Eropa.
Selain forum bisnis, para peserta juga mengunjungi beberapa importir besar seperti Amboina, Nesia Food BV, Bina BV, dan INA Trading/Furnilux untuk mempelajari pola impor dan distribusi produk rempah di pasar Belanda.
Sebagai bagian dari rangkaian misi dagang tersebut, Kemendag menjalin pertemuan dengan Centre for the Promotion of Imports from Developing Countries(CBI) dan Netherlands Enterprise Agency (RVO) pada 31 Oktober 2025.
Pertemuan membahas penguatan kelembagaan ekspor, pengembangan produk, serta akses pasar bagi sektor pertanian dan perikanan.
Suka(5497)
Artikel Terkait
- KKP ungkap upaya atasi Cs
- Pemkab Bantul kumpulkan pengelola SPPG untuk evaluasi MBG
- Kiat mempertahankan nutrisi makanan saat memasak menggunakan microwave
- BKKBN: Ngak ada kasus keracunan MBG pada kelompok 3B di Jabar
- Menteri PU tinjau pembangunan floodway atasi banjir di Medan
- Celios dorong penguatan industri besi hingga mamin jaga ekspor RI
- KLH ungkap kondisi Tanjung Perak usai kedatangan kontainer Cs
- Pemkot Pekalongan ingatkan SPPG penuhi standar bangunan dapur MBG
- BNPB utamakan perbaikan tanggul jebol di Bekasi, cegah banjir susulan
- BKKBN: Ngak ada kasus keracunan MBG pada kelompok 3B di Jabar
Resep Populer
Rekomendasi

Sinergi ekonomi syariah menyukseskan Makan Bergizi Gratis

Tips aman dan nyaman menonton konser

BPS: Konsumsi rumah tangga kuartal III melambat karena siklus musiman

SPPG Polresta Pati kenalkan kuliner khas daerah lewat Program MBG

Kiat merawat kompor di rumah agar awet

SPPG Polresta Pati minta maaf atas kendala distribusi MBG

Puncak musim hujan tiba, ini dampak cuaca yang perlu diwaspadai

Baru tiga SPPG kantongi SLHS, Pemprov DIY ungkap kendalanya